perjuangan anak rantau

7 Perjuangan Bagi Anak Rantau

perjuangan anak rantau
perjuangan anak rantau

Menurut Info Tips & Trik Vlog Terbaru sebagai anak rantau, membuat anda mendapatkan tidak sedikit pengalaman yang barangkali belum tentu anda dapatkan di dusun halaman. Kabar baiknya di perantauan kamu dapat mengenal lebih tidak sedikit orang, membuka lebih tidak sedikit sudut pandang, dan pasti saja menambah sekian banyak wawasan.

Namun jadi anak rantau bukan berarti menikmati enaknya terus. Tentu terdapat pergolakan batin tak menentu masing-masing kali rindu rumah. Berkumpul bareng keluarga jelas menjadi khayalan paling sederhana tetapi kadang menjadi urusan yang susah diwujudkan. Hidup di perantauan memang bakal memberikanmu pelbagai warna kehidupan. Perjuangan ini tentu pernah anda rasakan.

1. Anak rantau tidak jarang dibilang beruntung. Bisa bebas dan sesukanya tanpa tidak sedikit kekangan orangtua. Kadang terdapat benarnya juga
Anak rantau sepertimu tentu kerap mendengar ucapan seperti itu, bukan? Betapa beruntungnya anda yang ‘diikhlaskan’ orang tuanya untuk dapat mengenyam edukasi atau bekerja di luar kota. Kebebasanmu menciptakan mereka yang bermukim satu kota dengan orangtuanya merasa iri.

Ada kalanya anda merasa senang dapat tinggal berjauhan dari orangtua. Pulang jam berapapun anda bebas, santap mie instan sesukamu pun bisa. Jauh dari kata tidak boleh yang sering dilontarkan orangtua.

Asik memang dapat sedikit dapat lebih leluasa daripada lainnya, tetapi bukan berarti kamu dapat bertingkah seenaknya. Ada tanggung jawab pada orangtua yang anda pikul, terdapat rasa rindu yang sering memberatkan langkahmu.

2. Kamu yang anak rantau tentu tahu rasanya sakit dan tidak terdapat yang mengurus. Pasti hendak telfon Ibu dan mohon dijenguk
Ketika sedang tidak enak badan, hendak sekali rasanya terdapat yang merawat. Namun, anak rantau sepertimu barangkali jarang terdapat yang merawat saat sakit.

Berjauhan dari Ibu dan Ayah membuatmu mesti dapat menjaga diri sebaik-baiknya. Namun saat sakit, tidak jarang kali ada rasa hendak berkeluh kesah dan ingin diasuh orangtua. Sayangnya anda tak dapat melakukan urusan tersebut karena tak hendak membuat orangtuamu khawatir.

Bebanmu terasa kian berat saat jauh dari keluarga, tak melulu harus pintar-pintar jaga diri, namun pun menjaga perasaan mereka dan memperlihatkan bahwa kamu dapat mandiri dengan sendirinya.

3. Seenak-enaknya santap di restoran tiap mula bulan, tetapi masakan Ibu tak bakal pernah dapat dikalahkan
Jadi anak rantau membuatmu jarang santap enak, hanya mula bulan atau momen ulang tahun rekan saja yang dapat menjauhkanmu dari santap di warteg atau mie instan. Mengelola duit saku masing-masing bulan jadi kemahiran yang mesti segera anda miliki biar dapat hidup aman.

Kalaupun anda dapat peluang makan enak di restoran, namun rasanya tak bakal pernah mengalahkan kesenangan masakan ibu di rumah. Anak mana yang tak menuliskan masakan ibu mereka ialah yang sangat enak?

4. Kamu juga kerap menikmati sepi dan sendiri sekalipun memiliki tidak sedikit teman. Merantau di kota orang, membuatmu tidak jarang kali merasa asing
Sepi dan sering merasa sendirian pasti anda pernah alami. Ketika berkumpul bareng teman atau sedang terdapat kegiatan, rasa sepi tersebut mungkin menguap, namun saat anda sendirian di dalam kamar kos, bayang-bayang lokasi tinggal dan kamarmu yang nyaman sering membuatmu merasa asing sekalipun sudah lama merantau.

Berada jauh dari kota kelahiran, tak mempunyai saudara yang dapat kamu kunjungi sesekali makin membuatmu tersiksa. Tiap doamu melulu ingin cepat dapat pulang dan dapat berkumpul dengan mereka yang anda kenali, karena anda lelah merasa sendiri dan terasing.

5. Semua anda lakoni sendiri, mulai dari masak hingga mencuci. Diharuskan berdikari padahal masih paling ingin dapat bermanja-manja
Jadi anak rantau membuatmu tidak sedikit belajar. Mulai dari mengatur finansial sendiri sampai berdikari untuk bisa membenahi dan bersih-bersih, yang saat di lokasi tinggal sudah dirapikan oleh Ibu. Hidup merantau tanpa family menuntutmu dapat melakoni tidak sedikit pekerjaan sendiri, sampai mencuci dan memasak sekarang telah jadi rutinitasmu.

Bukannya tak dapat mengerjakan sendiri, tapi anda masih kerap bercita-cita ada Ibu atau saudara-saudaramu untuk dapat diajak berbagi pekerjaan. Sifat manjamu masih sesekali muncul, lagipula ketika anda lelah dan merasa rindu rumah.

6. Inginnya dapat sesering barangkali pulang dan menengok orangtua. Tapi beban kegiatan seakan tak terdapat ujungnya
Jadi anak rantau yang tidak dapat sering-sering kembali tentu membuatmu menimbun rindu. Wajah orang-orang di dusun halaman sering membuatmu terbayang mengenai indahnya dapat selalu dekat dengan mereka. Namun anda menyadari bahwa merantau tidak jarang kali sepaket dengan jarak dan konsekuensinya, tak dapat sesering yang anda mau untuk dapat pulang.

Di samping dipisahan jarak, rentetan tanggung jawab jadi di antara tembok penghalang untukmu. Jangankan punya waktu guna pulang, sekadar dapat merebahkan badan di kamar kos saja tak leluasa. Namun itulah yang harus anda jalani, menyimpulkan merantau untuk memburu kesuksesanmu sendiri, dan anda pasti dapat melewatinya walau seorang diri.

7. Sebagai gantinya, kamu melulu mampu menyapa family lewat suara. Tak dapat memberi kepuasan memang, tapi anda paling tidak dapat membuatmu lega
Ponsel menjadi satu-satunya perangkat yang dapat menjembatani rindumu dengan keluarga, saat sebuah pertemuan masih menjadi doa. Bisa mendengar suara keluargamu saja telah membahagiakan luar biasa, meski tak dapat membayar rasa rindumu dengan tuntas.

Tapi melewati suara dapat meyakinkanmu bahwa keluargamu disana dalam suasana baik, atau sekadar dapat saling bertukar kisah sudah membuatmu lega. Perlu anda tahu, terdapat sebuah teknik untuk mengungkapkan rindu dengan lebih estetis dan bahkan langsung tersampaikan, yakni dengan doa.

Selipkan doa guna keluargamu laksana mereka tidak jarang kali mendoakan kepulanganmu segera, menyeluruh dengan kesuksesan yang dapat kamu raih. Sampaikan rindumu lewat doa, dengan asa mereka tidak jarang kali sehat dan dapat selalu mendukungmu hingga berada di puncak.

Hidup berjauhan dari family memang membuatmu merasa bebas dan belajar soal kemandirian yang sebenarnya. Namun anda kerap menikmati konflik batin, mengenai rindu dan pun rasa malu sebab belum dapat meraih mimpi-mimpimu. Walaupun family tak begitu mempermasalahkan, kembali ke lokasi tinggal dengan tangan hampa tentu tak pernah anda bayangkan. Tak mengapa, berjuanglah sampai anda merasa tak dapat lagi bangun, sebab hidup memang mesti terus diperjuangkan.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.